Stres tidak hanya dialami oleh orang dewasa — anak-anak pun dapat merasakannya, meskipun sering kali mereka belum mampu mengungkapkannya dengan kata-kata. Penyebab stres pada anak bisa sangat beragam, mulai dari tekanan akademik di sekolah, perubahan rutinitas, hingga situasi sosial dengan teman sebaya. Kadang, anak merasa cemas ketika harus menghadapi hal baru, seperti pindah sekolah atau menghadapi ujian.
Selain itu, lingkungan rumah juga memiliki pengaruh besar terhadap suasana hati anak. Suasana yang terlalu sibuk, kurang komunikasi, atau perubahan besar dalam keluarga dapat membuat anak merasa tidak nyaman. Orang tua yang peka terhadap perubahan perilaku anak — seperti lebih sering diam, mudah marah, atau sulit tidur — dapat lebih cepat memahami tanda-tanda stres yang mereka alami.
Memahami penyebab stres pada anak adalah langkah pertama untuk membantu mereka mengatasinya. Dengan menciptakan suasana rumah yang hangat, memberi waktu mendengarkan anak, dan memberikan rasa aman, orang tua dapat membantu anak merasa lebih tenang dan percaya diri menghadapi dunia di sekitarnya.
